tapi nampaknya janggal memegang lingkaran Adven seperti ini, akhirnya saya rubah menjadi :
Masa Adven
Sebentar lagi kita akan menyambut Natal, dimana didahului oleh Masa Adven. Kali ini saya melukis teman anak kami yaitu Bora yang sedang memegang bola khayal lingkaran Adven. Bora adalah teman baru Apen, salah satu teman yang sering datang ke rumah. Semoga Adven ini membawa perbaikan dalam rumah kami dan Apen khususnya.
foto awal Bora sedang main hp, karena Masa Adven maka :
tapi nampaknya janggal memegang lingkaran Adven seperti ini, akhirnya saya rubah menjadi :
saya mencoba menambahkan sesuatu pada lukisan agar sesuai dengan tema Masa Adven 2014.
tapi nampaknya janggal memegang lingkaran Adven seperti ini, akhirnya saya rubah menjadi :
Meja Makan
Hati seorang ibu selalu merasakan keperluan hakiki keluarganya yaitu makanan, bukanlah suatu yang janggal bila istri saya pada lukisannya melukis meja makan dengan sajian di atasnya. Bagi pengunjung blog ini selamat menikmati sajian.
Ikan Hias
Pelajaran melukis di sekolah dengan cat air yang sedang dikerjakan Apen anak kami di rumah. Apen waktu itu dibantu mamanya, hasilnya belum maksimal, lalu dipanggilah saya coba turut mengajarkan, tapi karena saya tidak terbiasa lagi menggunakan cat air, Apen mencoba terus, dan hasilnya lumayan menurut kami semua. Apen anak saya yang ke dua dari dua anak kami, lukisannya saya abadikan juga dalam blog ini. Dengan demikian lengkaplah, kami semua satu keluarga boleh dikatakan senang melukis.
Buah melon yang segar
Disiang yang tidak terlalu panas, istriku setelah selesai membuat stock, bersama anak kami, Apen, asyik melukis. Saat aku pulang kantor, tergeletak sebuah lukisan buah melon di atas meja, di atas kertas A4, dengan menggunakan krayon sisa zaman dulu. Nampak lukisan ini menarik saya, lalu coba saya abadikan di blok ini. Istri ternyata senang melukis juga, dengan warna-warna yang mencolok hidup.
Kesenangan melukis telah menular ke istriku juga, selain ke anakku Ben-Ben dan Apen.
Kesenangan melukis telah menular ke istriku juga, selain ke anakku Ben-Ben dan Apen.
Melukis Wajah Express
Pada
suatu sore hari, kami kedatangan tamu, yaitu Ibu Yani dan temannya. Ketika melihat lukisan-lukisan saya yang lalu, membuat Ibu Yani tertarik untuk dilukis. Lalu coba
saya ambil fotonya dengan BB saya. Kala
itu Ibu Yani sedang asyik menyimak dan mendengarkan Apen bercerita. Lalu saya menggores dengan cepat sehingga pada saat Ibu Yani akan meninggalkan rumah lukisan wajahnya telah selesai saya buat.
So apakah Anda ingin juga kami lukis?
Anda Ingin Mengabadikan Wajah Orang Terkasih?
Dalam
beberapa kesempatan saya mendapatkan pengalaman yang menarik saat saya
membuatkan lukisan seseorang atas pemintaan sahabat atau orang terdekat saya. Ternyata
lukisan saya memberikan efek yang tidak biasa.
Sahabat
saya menceritakan bagaimana istrinya begitu terharu menerima lukisan wajah
"mudanya", (karena saya menggunakan fotonya saat mereka masih pacaran 15 tahun yang lalu). Atau seorang pria berusia 65 tahun
yang merasa sangat bahagia mendapatkan kejutan hadiah dari anak dan cucunya berupa
gambar wajah ketika ia masih gagah.
Anda
juga bisa mengabadikan wajah orang-orang terkasih Anda dan membuatnya terkesan
dengan menampilkan lukisan wajahnya. Sebuah
lukisan akan selalu memberikan efek luar biasa. Karena ini tidak hanya bukan sekedar "foto" tapi juga sebuah karya
seni. Setiap goresan akan menorehkan makna yang memberikan ruang interpretasi.
Oleh
sebab itu kami siap mengabadikan wajah dari orang-orang yang Anda kasihi
menjadi sebuah lukisan wajah penuh makna. Cukup dengan mengirimkan sebuah
gambar yang menarik maka kami akan mengabadikannya menjadi sebuah karya
seni yang layak Anda jadikan hadiah atau tampilkan di ruang pribadi Anda.
Melukis Wajah yang Bercerita
Ketika
menghabiskan waktu senggang mendadak muncul ide dalam benak saya untuk melukis
anak saya yang pertama, Hubertus Benny Irawan, yang dipanggil Ben-Ben.
Saya segera
mengambil foto Ben ketika sedang berpose
di atas perahu nelayan saat menuju pulau Lancang, salah satu pulau di kepulauan
seribu. Nampak Ben disini dewasa, terlihat sorotan pandangan matanya yang jauh
ke ujung garis laut.
Hasil akhirnya cukup memuaskan bagi saya, karena tidak saja mendekati gambar aslinya namun dari sorot matanya tergambar jelas suasana hati Ben saat itu, gembira dengan sedikit menahan rasa cemas karena akan mengarungi lautan yang tidak tenang dengan kondisi kapal yang bocor (itu fakta yang tidak terlihat dari gambar ini).
Hasil akhirnya cukup memuaskan bagi saya, karena tidak saja mendekati gambar aslinya namun dari sorot matanya tergambar jelas suasana hati Ben saat itu, gembira dengan sedikit menahan rasa cemas karena akan mengarungi lautan yang tidak tenang dengan kondisi kapal yang bocor (itu fakta yang tidak terlihat dari gambar ini).
Langganan:
Postingan (Atom)











